Senin, 26 Mei 2008

GUE PULANG NAIK OJEK!!!

BBM NAIK LAGI??? MASALAH…BUKAN MASA DONG!

“Miss, BLT apaan sih?”, waduh, kurang piknik nih…enggak gaul sama penyiar Liputan 6, Seputar Indonesia, kebanyakan nongkrongin Super Seleb Show yang sama sekali enggak karuan itu ya?
Begini nak, BLT itu singkatan dari Bantuan Langsung Tunai, apaan tuh? Program yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat dalam hal ini mereka yang dikategorikan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) termasuk ke dalam keluarga miskin. Keluarga yang berpenghasilan di bawah lima ribu lima ratus rupiah setiap harinya. BLT diberlakukan sebagai bentuk subsidi lain yang dialihkan oleh pemerintah. Semacam kompensasi, apa ya bahasa gampangnya, pengganti.
Pemerintah katanya terpaksa menaikkan harga BBM karena anggaran dana APBN yang terus mengalami kenaikan karena beban subsidi BBM yang ditanggung oleh pemerintah untuk rakyat miskin. Kok rakyat yang disalahkan, ya? Jadi pada saat BBM dinaikkan, pemerintah memberikan BLT sebagai bentuk tanggung jawab terhadap mereka. Intinya sih, karena semuanya bakal naik dan mahal nih, pemerintah memberikan bantuan deh.
“Dikasih duit gitu miss?”, enggak cuma duit neng!
Pemerintah memberikan BLT dalam bentuk uang yang bisa diambil di kantor pos. Tidak boleh diwakilkan oleh siapa pun dalam pengambilannya harus orang yang bersangkutan. Ya…kalau orangnya enggak bisa jalan digendong. Dulu sih, mereka diberikan uang sebesar seratus ribu setiap bulannya, untuk jangka waktu tiga bulan. Kalau sekarang kurang tahu jumlah pastinya.
Selain uang pemerintah memberikan beras namanya raskin, singkatan dari beras miskin. Ternyata enggak cuma di dunia manusia aja yang mengenal kasta tetapi di dunia beras juga mengenal kasta. Menurut miss sih, berasnya enggak layak makan deh, warnanya kuning, baunya apek, plus suka ada kutu di dalam berasnya. Berasnya enggak dijual gratis, pemerintah memberikan harga seribu setiap kilonya, jatah setiap warga sebanyak dua puluh lima kilo, satu karung kecil. Itu pun sering ditarik pungutan.
“Miss, kalau keluarganya boros kan percuma!”.
Anakku yang imut-imut dan amit-amit. They are so wonderful. Program BLT memang sudah dikritisi, diprotes, oleh berbagai pihak karena dinilai tidak tepat guna. Selain itu para penerima BLT umumnya tidak sesuai dengan data yang dikategorikan oleh BPS, lemahnya lagi BLT hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki KTP daerah setempat dimana data BLT diambil.
“Maksudnya???”. Puih…
Misalkan ada keluarga yang masuk kategori miskin menurut BPS dari Tegal dia tinggal di Jakarta, dipinggiran kali Ciliwung tetapi pada saat pendataan BLT di wilayah tersebut kepala keluarganya tidak memiliki KTP daerah Ciliwung atau DKI Jakarta, berarti orang itu tidak bisa dimasukkan ke dalam keluarga penerima BLT.
“Kasihan banget dong miss!”.
Ya begitulah kenyataan yang terjadi saat ini nak di luar sana. Banyak ketidakadilan untuk mereka yang membutuhkan. Banyak kesulitan untuk mereka yang harusnya dimudahkan. Banyak pengorbanan untuk mereka yang harus diperjuangkan.
“Kok miss bisa tau?”, hehehe.
Sebagai mantan penerima BLT, eh salah, waktu masih jadi mahasiswa miss ikut di dalam penelitian tentang ini. Mendapat tugas mendata berbagai warga miskin yang tersebar di kelurahan-kelurahan seluruh wilayah Jakarta atas permintaan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Begono. Seru deh, kepanasan keliling kampung mencari rumah warga yang sesuai dengan data dari BPS. Ooh…
Setelah itu, berbagai pendapat pun muncul. Mulai dari kenapa pemerintah tetap menaikkan harga BBM di tengah harga-harga justru sudah mencekik jauh sebelum BBM dinaikkan. Reaksi yang menyalahkan pemerintah karena memberikan izin kepada pihak swasta asing untuk ikut mengelola usaha pertambangan, terutama di sektor minyak. Mengapa pemerintah tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya saja untuk membayar berbagai hutang luar negeri. Jawabannya tidak semudah itu nak, aka nada dampak dari segala kebijakan yang telah diputuskan. Nanti kalian akan belajar tentang itu, di kelas yang lebih tinggi. Lucunya, ada juga yang hanya diam melongo dan biasanya akan kebagian pertanyaan di akhirnya. Sekedar bertanya iseng, berapa harga bensin sekarang? Enam ribu miss! Solar? Enggak tahu. Saya enggak kerja di SPBU. Hehehe…Pintar juga.
Sekilas, begitulah perbincangan kami di kelas. Saat class time, waktu yang bisa dimanfaatkan oleh guru untuk mendekatkan diri kepada anak-anak berbagi cerita apa saja di pagi hari sebelum memulai pelajaran. Hanya itu nak yang dapat aku berikan pada kalian. Generasi yang akan mewariskan hutang negara yang menumpuk dalam bentuk pinjaman lunak. Mungkin untuk membayarnya kita harus merelakan beberapa pulau dari NKRI terlepas satu demi satu. Mengancam eksistensi Indonesia sebagai bangsa. Tidak ada bedanya dengan kekayaan alam kita yang terus dijarah. Kami berharap banyak pada kalian.
Pemerintah tidak memberikan opsi apa-apa pada rakyat, bahkan mengacuhkan saran dari DPR dan MPR dalam mengambil keputusan kali ini. Harga minyak mentah dunia yang terus melambung ditambah beban subsidi dan tidak sebanding dengan APBN yang mengalami defisit menyeret rakyat ke dalam jurang kemiskinan yang semakin dalam. Menutup rapat telinga, hingga suara-suara dari luar istana pun tidak terdengar.
Jika sudah begini, lebih baik di rumah saja, daripada berkelana jika tidak terlalu penting. Pasca kenaikan BBM, angkot mogok, enggak bisa pulang, enggak ada hujan, enggak becek pula, dan harus naik ojek sampai rumah. Satu kata saja, mahal.
Rakyat dituntut lebih pintar dalam menyikapi problema hidup yang semakin menghimpit. Mungkin filosofis, hidup ini keras bagi kebanyakan rakyat Indonesia merupakan makanan sehari-hari. Biasa saja…Rakyat menjadi lebih cerdas dan kreatif mencari jalan keluar untuk menyiasati hidup, sementara pemerintah semakin terlihat sebagai pecundang yang selalu lari dari masalah.
Mungkin para pelopor kebangkitan nasional akan meratapi ini di alam lain. Mengerutkan keningnya atas segala sesuatu yang terjadi. Rona muka mereka diliputi kedukaan yang mendalam. Itu hanya pikiran gila setiap malam sebelum tidur.
Pesanku padamu nak, di akhir class time, pergilah menuntut ilmu yang tinggi di belahan dunia lain dengan semangat untuk memperbaiki keadaan ini. Kemudian kembali dengan membawa semangat perubahan sebagai pemimpin yang berjiwa muda tetapi terencana juga bijaksana. Temui aku di lain waktu di tempat yang berbeda.

2 komentar:

Dian Nazief mengatakan...

Pedddiiihhhhhhhh!!! omaigot kombinasi warna yg mematikan!!

klo di naruto ini udah jd jurus pamunkasnya desa konoha yg digunain oleh hokage untuk melindungi desa2nya!!! :D

tp gpp sih, yg penting bukan hurup besar smua

Jeng Arum mengatakan...

BU...ayo dong...
Blognya diisi ulang terus...
dikasih shoutbox...

coba ke
shoutmix,com
atau
oggix.com