Jumat, 09 Mei 2008

YEAH...

MENCERITAKAN KEPADA TEMAN

Mungkin menurut orang lain aku cukup berani dan pembangkang
Aku tidak berani untuk untuk keluar dari dogma-dogma begitu begitu saja

Lalu mereka mengenal aku sebagai perfeksionis
Aku akan kehilangan sisi itu manakala aku merasa lelah dan sakit kepala

Sebagian orang mengatakan aku pintar
Aku belajar dari apa saja yang aku lihat di dalam hidupku, selebihnya aku standar

Yang lain lagi mengatakan bahwa tulisanku bagus
Aku hanya dititipkan sedikit kemampuan turun temurun dari keluargaku

Ketidaksukaan mereka akan aku yang sering memotong pembicaraan
Aku akan diam jika aku tidak menyukai topiknya, percayalah

Muncul juga istilah gila kerja yang ditujukan padaku
Aku hanya setengah mengiyakan berita mengenai hal itu

Ditempat yang berbeda mereka bilang aku aneh dan tidak jelas
Aku sudah tahu dari dulu, tapi masih banyak orang aneh lainnya di luar sana

Siapa pun senantiasa berkomentar melihat caraku berjalan
Bagaimana jika aku menyebutnya dengan: bagian dari karakter diri

Perempuan lain menganggapku bukan bagian seutuhnya dari kaumnya
Aku hanya mengikuti kakak-kakakku yang tidak bermain boneka dan tidak manja

Kakak-kakakku melihat bahwa aku bukan perempuan biasa
Aku setuju karena dulu kalian semua yang meracuniku untuk menjadi seperti ini

Laki-laki berpikir bahwa aku terlalu sulit untuk dimengerti
Aku yakin ada orang yang mengerti makhluk yang satu ini, paling tidak Tuhanku

Guru-guruku selalu melihat ada sesuatu yang berbeda dariku
Aku berterima kasih karena itu, tidak melulu menilaiku dengan peringkat

Anak-anakku menganggapku menyenangkan
Aku menyadari kadang aku sangat menjengkelkan bagi mereka

Orang tua anak-anakku memberikan kepercayaan padaku
Aku berusaha menjaga apa yang mereka titipkan

Teman-temanku menilaiku lugas, mudah bergaul, dan apa adanya
Aku memang seperti itu, yeah…

Papaku hanya mempunyai satu harapan bahwa aku harus lebih baik darinya
Aku berusaha untuk memenuhi pintanya di masa tuanya

Sementara ibuku selalu memperjuangkan hidupku
Aku ingin membalas semua jasanya

Padahal aku sering melakukan banyak kekeliruan
Menjadikan kebodohan sebagai alasan
Mengumpulkan kemalasan dalam setiap detik aku merasa bosan
Menumpuk pekerjaan hingga menggunung
Berlama-lama di pembaringan sebagai pelarian
Menyuarakan isi hati dengan gegap gempita
Membuang-buang waktu dengan melakukan berbagai hal yang tidak penting
Menceritakan apapun yang orang malas mendengarnya
Memperlihatkan segala bentuk ekspresi dengan jelas dan tiba-tiba meledak
Mencoba sedikit sabar dengan susahnya
Membuat keributan di tengah situasi yang sudah kacau
Memberikan ide baru ditengah kebuntuan
Memperdebatkan kasus yang lucu dengan cara yang tidak kalah lucunya
Mencari yang sudah ada, dan tidak menemukan apa yang seharusnya dicari
Memaksa orang dengan tidak enaknya
Membuat orang lain malu di depan yang lainnya
Tidak bisa berkata tidak
Orang berpikir bahwa aku tau segalanya, itu karena aku sok tau
Membelanjakan sesuatu karena mataku tidak sengaja melihatnya
Setengah percaya diri
Menjauh dari kata fokus dan konsisten
Bertanggung jawab dengan cara yang kadang terlihat bukan pada tempatnya

Berharap menjadi petualang yang bisa menaklukan seisi dunia
Membalikkan keadaan kembali tersenyum
Mudah tersentuh dan mudah menyentuh
Mencoba-coba banyak hal
Enggan menonjol dibandingkan yang lainnya

Seumur hidup tidak pernah bersepeda dan ingin sekali
Menganggap gunung adalah puncak kebahagiaan hidup, terapi akan ketinggian
Diantara deru angin pepohonan hutan
Berpetualang menjadi panggilan hati
Berteman setia dengan komputer, buku, dan gadget
Telepon genggam mati sudah biasa
Menulis, membaca, dan melihat adalah ruang ide yang tidak terbatas
Menyimpan dan merekam berbagai kenangan masa lampau
Pertemanan membuat hidup lebih hidup
Akan ada seseorang yang akan datang menyelamatkan hidupku
Datang dengan caranya yang tidak biasa, aku suka dan aku tidak akan pernah lupa

Menerjemahkan alam visual di atas sebuah kertas merupakan penyiksaan
Dimana pantai, berenang dan bermain air menjadi sesuatu yang menakutkan
Menunggu adalah hal yang paling tidak aku sukai
Tidak pernah bisa melupakan satu tragedi kecil dari tahun ke tahun, mimpi burukku

Merasakan bagaimana sulitnya menjadi orang tua muda bagi anak-anakku
Membiarkan mereka tahu bahwa aku juga tidak sempurna
Menularkan kebaikan dan nilai-nilai bukan dengan gaya dewa
Merelakan waktuku untuk membaca berbagai macam isi kepala
Kepuasan pribadi yang muncul manakala aku berhasil membawa mereka lebih maju
Ada semangat dan gairah baru ketika bersama mereka
Dari mereka aku belajar
Tentang sistem pendidikan yang membebaskan, bukan ukuran-ukuran baku

Hal-hal yang dahulu sering aku lewatkan begitu saja
Merasa bahwa keterlambatan bisa dikejar dengan asa dan cita
Pertemuan dengan orang-orang yang mengantarkanku pada pencerahan
Kebersahajaan pada sandaran kemuliaan
Jiwa-jiwa yang risau dengan kondisi keterpurukan
Berusaha menantang zaman dengan gemilang
Mengantarkan ke gerbang dunia luar
Menatap lintasan garis yang harus dilalui dengan tidak tertunduk

Aku bukanlah orang yang dapat merangkai kata-kata menjadi kalimat indah
Aku tidak puitis, apalagi romantis
Aku memberikan definisi tentang cinta dengan caraku sendiri
Aku tidak mudah mengutarakan apa mauku, asal kalian tahu
Aku suka dengan berbagai macam perkataan bijak, walaupun terkesan klise
Aku berteman dengan masalah yang dapat mendewasakanku sesudahnya
Aku ingin hidupku lebih bermakna untuk orang lain
Aku ingin dikenang dengan tawa ketika aku tiada, tanpa air mata
Aku berpikir bahwa Tuhanku terlalu baik padaku

Aku hanya berusaha mengenal diriku
Katanya, itu akan semakin mendekatkanku kepadaNya
Ya…begitulah aku…



1 komentar:

Jeng Arum mengatakan...

keren tulisannya