SOSOK ITU
Saat pertama kali aku bertandang ke dalam ruang itu…
Dia sudah menyita perhatianku
Bukan dalam bentuk kekaguman
Tetapi dalam sebuah perbedaan yang mencolok
Fisiknya, gayanya, tingkahnya, dan kejahilannya yang luar biasa
Kala itu, aku baru saja menapakkan kaki
Mencoba beradaptasi dengan apa pun yang akan aku pelajari dan hadapi
Dan dia yang memiliki pandangan yang seolah-olah menolak aku
Tanpa berkata, tanpa bertanya, hanya menatap dengan tajam
Hampir semua orang kerap mendapat tikaman perilakunya
Kata-katanya sering menghujam
Ekspresi jiwanya yang tinggi menuntutnya untuk menjadi penguasa
Disegani, tanpa perlawanan dari teman seusianya
Laki-laki yang belum dewasa itu kuat sekali
Piawai dalam memainkan peran apa saja dalam berbagai situasi
Sedikit saja aku lengah, ia pandai memanfaatkan itu
Menjengkelkan di satu sisi, sisanya aku berpikir bahwa ia cerdas
Pembuat masalah, pencari sensasi, pengkritisi ulung, dan pemancing amarah
Bukan orang yang bisa dipercaya, licin dan licik dengan seribu cara dan alasan
Label itu terlanjur menjadi bayang-bayang dirinya
Selama bertahun-tahun, terus saja begitu
Apalah artinya sanksi baginya, jika ia berani mengancam kembali
Peringatan yang tidak pernah didengarkan olehnya
Dalam benaknya, aturan yang berlaku hanya aturanku dan bukan aturanmu
Aku harus mengingat lebih banyak untuk bercerita tentang anak itu
Ia berhasil keluar dari masa kelamnya
Entah dengan apa ia tersadar
Mungkin karena perbuatannya sendiri
Semangat berkompetisi dan keberaniannya
Telah mengantarkan setengah jiwanya kembali
Laki-laki yang sulit aku dekati itu
Tiba-tiba datang padaku seorang diri
Keluar dari ruangan dimana semua temannya tinggal
Lantas ia memintaku untuk mendengarkan ceritanya
Kami larut didalamnya…
Dia sudah berkorban untuk menurunkan sedikit egonya
Egonya yang sebesar, setinggi dan sekeras gunung
Belajar menunjukkan perubahan dengan usahanya
Anak itu memilih orang-orang yang juga bisa menerimanya
Ingin dihargai dan dimengerti
Setiap hari kini ia berlomba mengalahkan dirinya
Menyapaku, mengajakku bercanda, setengah mengejekku
Kadang aku lupa bahwa aku pernah disakiti olehnya
Ia berhasil keluar dari dimensi lamanya
Layak menjadi dirinya yang baru
Karena ia luar biasa
Aku melihatnya sendiri, ia berjuang membuktikan
Bahwa aku juga baik, dan aku bisa menjadi orang baik seperti yang kalian inginkan
Prinsipnya sekeras batu karang
Tapi hatinya mudah tersentuh
Itu kunci yang harus kau miliki
Kalau kau bisa memberikannya kepercayaan
Ia akan tumbuh dengan tanggung jawab
Sebab ia bisa diandalkan
Ia akan menjadi pemimpin kelak
Kesetiaannya tidak perlu diragukan
Kekukuhannya sudah ia dapatkan
Sebuah kesempatan layak diberikan untuknya
Sekarang kami tersenyum jika bertemu
Atau dia datang mengadu padaku
Sesekali bahkan mencoba merajuk
Meminta sesuatu dengan merayu
Aku menanggapi dengan caraku
Dia butuh teman berbagi yang lebih dalam
Orang-orang dewasa di sekelilingnya
Yang bisa menjawab kegelisahannya
Dengan jawaban yang berlogika
Bukan larangan tanpa makna
Yang kerap menjadi tanda tanya
Ia mampu melewati masa kritisnya
Sebuah cara yang cantik yang sedang ia mainkan
Pribadi yang unik
Tempat berkaca yang tidak pernah kudapat
Aku pasti akan kehilanganmu
Satu tahun lagi setelah aku menuliskan ini
Aku berharap kau bisa memegang semua yang kau perjuangkan
Dia menyenangkan
Dia hanya perlu waktu untuk mengenal dirinya
Dia butuh cinta yang lebih banyak
Dia bagian dari kesabaran
Dia menjadi kebanggaan tersendiri
Dia mengajariku bukan lewat teori
Andai dia tahu…
Besok aku akan mengatakan:
Tahukah kau?
Dulu aku takut padamu
Aku menahan diri setiap kali aku ingin bicara padamu
Aku memandangmu bagian dari masalah
Aku ingin kau pergi agar keadaan kembali tenang
Lalu aku urung mengatakan itu
Aku senang kau tidak pergi dan kau masih tetap disini
Karena aku sedang belajar untuk mencintaimu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar