Jumat, 09 Mei 2008

IN THE END

ANDA DAN SAYA

ANDA : Saya yakin Anda sedang mengerjakan sesuatu yang berguna. Saya harap Anda bisa mengerjakannya dengan baik.


SAYA : Saya sangat menghargai rasa simpati Anda terhadap saya. Saya yakin Anda sudah tahu dengan kesepakatan kita berdua, untuk menyudahi cerita lama ini. Kita akan mulai menjalani lembaran yang baru. Membuang segala romantisme yang Anda tawarkan, namun tidak pernah Anda wujudkan.

ANDA : Cinta itu memang terkadang tidak harus memiliki, merasakan kehadirannya pun sudah membuat hidup kita lebih bermakna. Teruslah menyusuri hidup, di sana akan Anda temukan cinta-cinta yang lain.

SAYA : Apa pun yang Anda katakan tentang cinta kepada saya, itu hanyalah kulit luarnya saja karena sesungguhnya cinta adalah rahasia yang tidak terungkapkan. Seperti Anda dan saya yang pada akhirnya berujung pada jalinan cerita yang tidak sempurna. Siapakah gerangan manusia yang bisa menebak dan membongkar rahasia Sang Pencipta?

ANDA : Cinta itu terkadang memang sadis, tapi dibalik kesadisannya ia menyimpan kebaikan yang sangat berarti.

SAYA: Seberapa baikkah saya untuk diri dan hidup Anda?

ANDA: Setiap orang, momen, dan cerita yang ada di dalam kehidupan saya sungguh sangat berarti dan memiliki porsinya masing-masing di hati. Jadi, saya tidak dapat mengatakan siapa, apa, dan peristiwa mana yang paling berkesan, karena semuanya begitu bermakna dalam kehidupan saya.

SAYA : Anda pandai sekali meramu kata-kata agar saya tidak kecewa, dan juga tetap terlihat lembut. Bukankah saya sudah memilih menepi karena tidak juga pasti, bukan lelah menanti, bukan cinta sendiri, apalagi cinta pada bayangan. Dengan demikian, saya tidak akan mengganggu hidup Anda lagi serta merepotkan diri Anda.

ANDA : Ya...walaupun tali itu sudah Anda putuskan, tapi saya yakin masih ada sedikit harapan di sudut hati Anda yang terdalam. Saya mohon maaf jika ada kesalahan yang saya lakukan terhadap Anda. Mudah-mudahan Anda menemukan orang yang baik karena Anda juga orang yang baik. Lain kali mungkin Anda harus lebih berhati-hati dalam mengelola perasaan Anda, jangan terlalu larut dalam menyikapi sebuah rasa.

SAYA: Insya Allah, Anda mengerti hikmah dari semua ini. Bahwasannya perempuan adalah makhluk yang sangat. Anda boleh menebar aroma kebaikan diri Anda kepada siapa saja, pada banyak perempuan dimana saja karena Anda menganggap perempuan adalah makhluk Tuhan yang patut di puji dan di sayangi. Tapi tahukah Anda, di saat yang sama mungkin ada beberapa orang perempuan yang hatinya terluka karena perhatian yang Anda berikan.

ANDA: Saya sangat memahami kegalauan hati Anda saat ini. Saya bukan tipe orang yang seperti Anda pikirkan. Saya merasa saya tidak pernah memberi harapan kepada banyak orang. Saya hanya mengikuti kata hati saya bahwa saya harus berlaku baik kepada siapa pun.

SAYA: Ok, kalau begitu. Berarti selama ini taruhlah saya yang salah mengerti tentang Anda. Lantas bagaimana dengan pikiran-pikiran Anda yang pernah Anda utarakan. Jika Anda tidak menaruh rasa apa-apa kepada saya, seharusnya sebagai laki-laki yang cerdas dan beriman Anda mengakui itu dari awal. Jika Anda ragu untuk menjalin hubungan dengan saya, katakan dengan tegas. Anda terlalu sulit untuk jujur dengan hati Anda sendiri. Bagaimana saya bisa mengorbankan diri saya untuk Anda, jika Anda tidak memperjuangkan hati saya? Bagaimana saya mengenal Anda, jika Anda tidak mengizinkan orang lain untuk menyentuh hati Anda, membiarkannya masuk dan belajar mengerti tentang diri Anda?


ANDA : Anda memang luar biasa. Jangan lupa tuliskan kalimat-kalimat itu di dalam buku yang sedang Anda tulis. Sebagian besar ceritanya tentang saya bukan? Sepertinya saya menjadi sumber inspirasi untuk Anda, mudah-mudahan inspirasi yang baik, sehingga hidup Anda benar-benar menjadi lebih baik, mungkin tanpa harus ada saya disamping Anda.

SAYA : Tenang saja, kisah Anda akan tetap menghiasi lembaran buku saya. Bukan semata-mata karena saya masih mengharapkan Anda, tapi karena saya ingin menunjukkan pada Anda, bahwa saya terlalu tegar untuk meratapi. Saya masih sanggup untuk menyelesaikan cerita tentang Anda, ada atau tanpa Anda disamping saya. Saya akan tetap menyimpannya sebagai kenangan yang tidak luput dari kehilangan. Namun, saya mendapatkan kebahagiaan yang saya sadari kemudian. Kehadiran teman-teman saya di samping saya adalah karunia terbesar dalam hidup saya yang tidak akan pernah bisa untuk disingkirkan dari pikiran saya.

ANDA : Ikhlaskanlah ini, karena apa yang sudah terjadi kelak dapat mendewasakan Anda. Kita masih dapat berteman dan menjaga silaturahmi. Terima kasih atas segala sesuatunya.

SAYA : Kedatangan Anda dalam kehidupan saya bukan sesuatu yang harus saya sesali. Bukan pula sesuatu yang harus saya akhiri dengan emosi. Semoga Anda mendapatkan seorang putri yang dapat mendampingi. Terima kasih atas segala perhatian yang pernah anda beri.

TOP MARKOTOP!!! GEBLEKKK! HUAHAHAHA…

Ini dialog aneh yang gue tulis di sela-sela kerja yang ribet, dan abis itu gue ketawa bocor gitu. Dialog Anda dan Saya ini sebenarnya pengalaman pribadi gue. Ini versi parodinya. Sedikit bocoran: enggak jauh beda dari kejadian aslinya. Bisa menebak situasi yang tengah terjadi antara Anda dan Saya? Hehehe.
Kata-kata yang enggak pernah bisa gue ungkapkan ke Anda akhirnya keluar setelah gue dipancing lewat sebuah pesan singkat di komputer yang dikirim guru bahasa Indo, yang kebetulan tahu apa yang sedang terjadi antara Anda dan gue. Balas-balasan gitu deh, rencananya abis ini mau bikin tulisan bareng bersambung. J
Teman gue itu memerankan Anda, dan gue memerankan Saya. Tiba-tiba di akhir dialog dia teriak kereeeeeeeeennnnnnnnnn! Lantas gue minta pesan-pesan itu untuk di copy ke word, gue bawa pulang, dan gue beri sedikit sentuhan. Tengkyu ya. Eniwei, semoga di ujung sana enggak ada orang yang merasa gondok permanen atas dialog ilegal ini. Hope so!

Tidak ada komentar: